TARGET PASAR BENGKEL DAN MEKANIK

Oleh: Hermas E Prabowo

“Tulisan ini saya persembahkan untuk para pelaku usaha bengkel otomotif UMKM dan mekanik freelance di Indonesia”

Dalam dunia ekonomi otomotif, kita sering dengar istilah pasar. Bukan nama tempat seperti Pasar Kemis, Pasar Rebo atau Pasar Jum’at misalnya. Bukan.

Juga bukan pasar-pasar tradisional di sekitar tempat tinggal kita, di mana sering kita jumpai banyak para pedagang dan pembeli sering bertemu.

Pasar dalam dunia otomotif, dalam hal ini dunia bengkel dan mekanik freelance adalah tempat menjual jasa dan barang (sparepart) antara bengkel/mekanik dengan pemilik mobil. Lokasinya bisa di mana saja, bergantung kesepakatan.

Bengkel dan mekanik otomotif berlaku sebagai penjual jasa (service/perbaikan kendaraan) dan sparepart. Adapun pemilik mobil atau konsumen sebagai pembeli jasa atau sparepart. Ada transaksi, ada uang beredar antara kedua pihak.

Sasaran atau Target

Pelaku usaha bengkel otomotif dan mekanik freelance bukan manusia super. Bukan makhluk super. Banyak keterbatasan yang dimiliki.

Mulai dari keterbatasan tingkat kecerdasan, akses pengetahuan dan teknik otomotif, waktu, juga modal.

Ingat. Sehari hanya ada waktu 24 jam. Nggak bisa nambah. Dipotong waktu tidur 8 jam, sisa 16 jam. Dipotong lagi 8 jam bekerja. Sisa 8 jam ini belum terbagi untuk ibadah, memberi perhatian ke keluarga, bersosmed dan lain-lain. Sehingga waktu belajar sisa sedikit.

Karena segala keterbatasan itu pula yang memaksa pelaku usaha bengkel otomotif dan mekanik freelance membatasi lingkup pekerjaan kita.

Kita tidak bisa mengerjakan semua bidang, semua hal pada kendaraan (mobil dan motor), sama baiknya. Bengkel dan mekanik tidak bisa sama baiknya mengerjakan perbaikan mesin, AC, instrumen cluster, body repair, service velg, radiator, dinamo, immobilizer, power steering atau kelistrikan dan sistem kendali (control modul).

Apalagi kendaraan sekarang teknologinya makin rumit (complicated), butuh pendalaman, terus belajar dan up to date. Sekalinya kita lengah, akan tertinggal dan akan sulit mengejarnya lagi.

Karenanya fokus pada bidang dan jenis pekerjaan yang akan kita lakukan menjadi sangat penting. Tidak terlalu banyak bidang, satu saja asal menguasai bidang itu dengan sangat baik (tidak tanggung dan asal-asalan) sudah cukup bisa membuat hidup kita lebih baik.

Karena kita fokus dalam bidang itu, maka kita akan menjadi bengkel dan mekanik otomotif spesialis. Ketika sudah sampai level ini, maka target pasar akan otomatis terbentuk.

Apakah itu saja cukup? Tentu saja tidak. Kita masih bisa membagi lagi target pasar yang lebih spesifik. Misalnya mau kita sasar adalah calon konsumen kelas bawah, menengah, atau atas. Masing-masing karakter, tuntutan dan konsekuensinya beda.

Konsumen kelas bawah pengennya murah, kualitas bisa kompromi. Konsumen kelas atas ingin kualitas, kenyamanan, ingin semua sempurna. Kemampuan keuangan juga lebih baik.

Kalau ada konsumen kelas menengah atau atas, yang ingin serba murah, pengen gratis, mau dapat banyak, mau kualitas juga, tinggalkan saja. Dia bisa jadi hanya pengacau bisnis kita. Menggoda kita agar nggak lagi fokus dengan target.

Jangan pernah khawatir kekurangan pelanggan. Di Indonesia ini sekarang ada 20 juta unit mobil dan 120 juta unit motor yang semuanya butuh perawatan dan perbaikan.

Yang perlu kita lakukan hanya terus meningkatkan kemampuan teknik otomotif kita, dan membuktikan bahwa kita menguasai dengan sangat baik di bidang itu.

Menguasai satu bidang dengan sangat baik akan jauh lebih baik daripada mengerjakan banyak hal dengan kemampuan ala kadarnya.

Selamat bekerja dan berhari Minggu.

PENULIS KETUA UMUM PERSATUAN BENGKEL OTOMOTIF INDONESIA / PBOIN
https://www.pboin.or.id